Suzuki Mega Carry, Kendaraan Angkut Bersasis Ganda

Peluncuran mobil niaga terbaru dari PT Suzuki Indomobil Sales, Mega Carry pada Rabu (2/2) di Mangga Dua Square, Jakarta mengundang tanya konsumen setia Suzuki. Dimana letak perbedaan Mega Carry dengan versi terdahulu? Yuk, kita telusuri.
 

Desain

Pertama tentu dapat terlihat disektor eksteriornya. Dimana kini Mega Carry telah menggunakan ‘kepala’ dari APV generasi pertama yang bermoncong imut, dan tak lagi menerapkan kepala versi Futura.

Hal ini membuat tampilan Mega Carry lebih segar dan modern ketimbang versi lawasnya yang juga masih dijual sampai saat ini.

Untuk Interior, warna hitam pada dashboard dan kain pelapis jok terlihat minimalis namun nyaman dimata. 


Fitur 

Sebagai mobil niaga berdaya angkut 1,5 ton Mega Carry dibekali bak berukuran lebih besar yang terpisah, sehingga mampu melindungi kabin dari benturan barang bawaan besar. Fitur ini belum tersedia di generasi sebelumnya yang hanya bertonase 1,2 ton.

Lalu, penerapan sasis ganda juga membuat Mega Carry lebih kokoh untuk mengangkut barang berlebih.

undefined
“Mengangkut barang diatas standar tonase memang kebiasaan pengguna mobil niaga di Indonesia. Sehingga kami berusaha untuk memperkuat sektor sasis nya,” jelas Endro Nugroho, Marketing Director PT SIS.

Selain itu, masalah banjir yang selama ini menjadi momok bagi mobil pick up bermesin kolong juga disiasati dengan desain air intake serta ground clearance yang tinggi, sehingga dapat melibas genangan air tanpa takut mogok.


Mesin

Disektor dapur pacu, Suzuki mempersenjatai Mega Carry dengan mesin tipe G15A berkapasitas 1.500 cc bertenaga 92 dk dengan torsi 126 Nm di 3000 Rpm. Menjadikan performa Mega Carry langsung terasa dengan hanya menginjak setengah pedal gas.

“Ini yang membuat Mega Carry terasa irit,” tambah Endro seraya mengklaim efisiensi BBM 1:12,6 km, dan berstandar emisi Euro 2.

Oiya, mesin ini juga dipakai oleh MPV tujuh penumpang, APV yang telah dikenalkan sejak 2005. Jadi, spare part Mega Carry sudah tersebar, dan mudah didapat.
READ MORE - Suzuki Mega Carry, Kendaraan Angkut Bersasis Ganda
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Suzuki Mega Carry Pickup Diluncurkan

Suzuki MegaCarry04 460x306 Suzuki Mega Carry Pickup Diluncurkan
Suzuki Mega Carry merupakan pickup berbasis Suzuki APV.
Mega Carry menggunakan mesin G15A, 1500cc, bertenaga 92,4 hp pada 6000rpm dan bertorsi 126 Nm pada 3000rpm. Torsinya disalurkan via transmisi manual 5-speed.
Suzuki mengklaim konsumsi bensin Mega Carry 12,6 km/liter. Mesin ini sudah sesuai Euro 2.
Kemampuan angkut bebannya mencapai 1,2 ton. Dimensi bak Mega Carry; panjang 2200mm, lebar 1585mm, tinggi 365mm.

Sejak 2005, Suzuki Indomobil Sales mengekspor Mega Carry ke 107 negara. Hingga kini total ekspor Mega Carry lebih dari 33 ribu unit.
Dengan dijualnya Mega Carry, Suzuki tetap menjual Suzuki Carry pickup.

READ MORE - Suzuki Mega Carry Pickup Diluncurkan
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Suzuki Alto kecil tapi bergaya

undefined

Kereta suzuki Alto telah dilancarkan di Malaysia dengan mengenakan ciri-ciri kompak dan mini dan khusus untuk golongan wanita alah satu kelebihan ketara kereta yang bersaiz kecil ini ialah beratnya yang ringan dan mudah dikendalikan, terutamanya untuk pemanduan di dalam bandar. 

Dan yang lebih penting kebiasaannya kereta kompak mempunyai kelebihan penjimatan petrol, salah satu ciri yang seringkali menjadi keutamaan pembeli. Suzuki Alto sudah boleh ditempah di semua pengedar kenderaan Suzuki dan model ini mungkin merupakan buah tangan yang sesuai sempena Hari Raya Aidilfitri nanti.

Spec Alto

Steering RHD
Engine PETROL 1.0L DOHC
Grade GA GLX
Transmission 5MT 4AT




Dimensions
Overall Length (mm)   3,500
Overall Width (mm) 1,600
Overall Height (mm) 1,470
Wheelbase (mm) 2,360
Tread (mm) Front 1,405
Rear 1,400
Minimum turning radius (m) 4.5
Minimum ground clearance (mm) 160

Engine
                      
Type                           
                                                                                               
K10B
Number of cylinders 3
Number of valves 12
Engine capacity (cc) 996
Bore x stroke (mm) 73.0 x 79.4
Compression ratio 10.0
Maximum output (hp/rpm) 67/6,000
Maximum torque (Nm/rpm) 90/3,400
Fuel distribution Multipoint injection
Fuel tank capacity (litres) 35



Transmission
Type 5MT 4AT
Gear ratio 1st 3.454 2.875
2nd 1.904 1.568
3rd 1.280 1.000
4th 0.966 0.698
5th 0.815 -
Reverse 3.272 2.300


Harga Jualan 

Suzuki ALTO 1.0
Engine Capacity: 996cc
1.0M/T
GA
1.0A/T
GLX
1.0A/T
GXS

RM
Selling Price 44,518.00 49,518.00 54,518.00
Number Plate 50.00 50.00 50.00
H.P Ownership Claim 50.00 50.00 50.00
Road Tax - 1 year 20.00 20.00 20.00
Registration Fee 150.00 150.00 150.00
Administration Fee 100.00 100.00 100.00
Retail Price without Insurance 44,888.00 49,888.00 54,888.00
Insurance 1,353.20 1,483.20 1,613.20
Retail Price with Insurance (OTR) 46,241.20 51,371.20 56,501.20
Insured Value 44,000.00 49,000.00 54,000.00


Galleri Alto

undefined
undefined
undefined
undefined

undefined

undefined
READ MORE - Suzuki Alto kecil tapi bergaya
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Senjata Pamungkas dari Suzuki

SETELAH beberapa lama berdiam diri menghadapi gempuran besar-besaran dari Toyota Avanza dan saudara kembarnya, Daihatsu Xenia, kini Suzuki menghadang dengan meluncurkan senjata pemungkasnya, Suzuki APV.

SEBELUMNYA Suzuki sempat memasukkan Suzuki Every, dan sambutan terhadap mobil itu pun cukup baik. Namun, Suzuki Every yang menyandang mesin berkapasitas 1.3 Liter itu, sama seperti Toyota Avanza, tidak dimaksudkan untuk menghadang Toyota Avanza atau Daihatsu Xenia. Rencana untuk memasukkan Suzuki Every sudah ada sebelum Avanza dan Xenia dipasarkan.

Suzuki APV sosoknya secara sepintas mirip Toyota Alphard dan mobil konsep Volkswagen Microbus dalam bentuk mini. Karena itu, tidak berlebihan jika mobil itu disebut sebagai baby Alphard atau baby Combi. Mobil konsep Volkswagen Microbus itu dimunculkan di depan umum pertama kali di Detroit Auto Show 2001.

Suzuki tidak secara resmi menyebutkan apa kepanjangan dari huruf APV yang digunakan sebagai merek mobil yang dijadikan senjata pamungkas untuk menghadapi para pesaingnya. Dalam draf yang ada disebutkan bahwa APV adalah kependekan dari all-purpose vehicle. Tetapi, selama ini, APV dikenal sebagai kependekan dari Asian Purpose Vehicle atau multi-purpose vehicle (MPV) ala Asia.

Dari segi harga jual, Suzuki APV yang menyandang mesin berkapasitas 1.5 Liter itu menjadi pesaing tangguh Toyota Avanza yang dijual di kisaran Rp 100 juta. Sedangkan dari segi daya muat, Suzuki APV menjadi penantang kuat Toyota Kijang. Suzuki dikenal andal dalam memaksimalkan pemanfaatan fungsi ruang. Karena itu, Suzuki APV yang bodinya lebih pendek daripada Toyota Kijang dapat menampung delapan orang dewasa dengan leluasa. Suzuki menamakannya "Magic 8".

Suzuki APV dijadwalkan akan mengadakan media launching pada tanggal 23 Juli besok, dan akan memasuki pasar pada bulan September mendatang. Menurut rencana, Suzuki APV akan dijual dengan harga Rp 100 jutaan.

SAMA seperti Toyota Avanza, Suzuki APV pun akan dijual ke negara-negara tetangga. Dengan kata lain, Indonesia menjadi basis perakitan Suzuki APV yang akan dipasarkan ke negara-negara tetangga.

Suzuki APV menyandang mesin 1.5 Liter, 4 silinder segaris, 16 katup (4 katup per silinder), dan menggunakan persneling manual dengan 5 tingkat kecepatan. Mesin Suzuki APV terletak di tengah. Itu membuat mobil lebih stabil dikendarai karena center of gravity-nya terletak di tengah-tengah. Meskipun mesin terletak di tengah bodi, tetapi suara raungan dan panas mesin tidak menembus ke dalam kabin karena sistem peredaman yang baik.

Tidak tembusnya suara raungan mesin ke kabin itu selain diakibatkan oleh sistem peredaman yang baik juga karena radiator berikut kipas pendinginnya diletakkan di depan, di bawah kap depan.

Saluran masuk udara (air intake) ke filter udara diletakkan di depan dengan posisi agak tinggi (di atas lampu depan, tepatnya 1,01 meter). Distributor yang menggunakan pengapian elektronik pun posisinya cukup tinggi dan dibuat tahan air. Dengan demikian, Suzuki APV tidak takut untuk diajak mengarungi banjir.

Walaupun berbentuk minibus, tetapi posisi duduk pengemudi di Suzuki APV termasuk ideal, sama seperti posisi duduk di sedan. Demikian juga dudukan setir (lingkar kemudinya). Apalagi posisi duduk pengemudi dan penumpang depan cukup tinggi sehingga memaksimalkan jangkauan pandangan pengemudi.(JL)
READ MORE - Senjata Pamungkas dari Suzuki
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Suzuki Splash

Ada beberapa hal yang menjadi daya tarik dari kendaraan baru yang menjadi andalan Suzuki di pasar otomotif nasional ini. Untuk tipe standar, Splash ini dibanderol Rp 139 juta atau lebih murah sekitar Rp 10 juta dari Karimun Estilo. Splash juga jauh lebih murah ketimbang hatchback yang disebut di atas. Adapun tipe GL-nya dihargai Rp 145 juta. Kedua harga itu on the road untuk Jakarta.
 
Karakter desainnya mengarah ke mobil Eropa. Jika dilihat dari samping, maka mobil ini hampir menyerupai Mercedes A-Class. Jika dari belakang, maka desain lampunya yang berada di pilar C (mulai dari tengah ke atas) menyerupai Hyundai Atoz. Namun, Splash ini kembaran dengan Opel Agila. Jelas bahwa posturnya hatchback.

Uniknya, pihak SIS menyebut kendaraan baru mereka ini sebagai mini multi purpose vehicle (MPV). "Karena konsep dasarnya diambil dari wagon. Tadinya, kami mau menamakannya mini wagon, tapi akhirnya lebih tepat mini MPV," sebut Johanes Saragih, Brand Manager R4
PT Suzuki Indomobil Sales (PT SIS).

Menurut
Johanes, proses pembuatan Splash dimulai pada 2003. Kala itu, Jepang mengirim 10 teknisi ke Eropa untuk melakukan observasi. Pada 2006, kehadirannya dimulai dalam bentuk konsep yang dipajang pada Paris Motor Show. Tahun berikutnya, mobil ini tampil di Frankfurt Motor Show sebagai produk massal, dan pada 2009, Splash diproduksi di India.

Daya tarik ketiga ada pada ruang interiornya yang cukup lega dan mengingatkan saya pada Suzuki Karimun. Padahal, wheelbase-nya 2.360 mm atau sama dengan Karimun Estilo. Bagian dalam mobil ini bisa lega lantaran platform Splash diambil dari Suzuki Swift.

Menariknya, posisi takometer berada di atas dasbor. Selain itu, seluruh instrumen indikator terpusat berada di sisi penunjuk kecepatan. Tuas perseneling menyatu dengan konsol boks tengah dan hal ini menambah kesan elegan. Sayang, Splash ii tidak dilengkapi tilt steering.


Tenaga bawah besar
. Daya tarik terakhir adalah tenaga mesin. Mini MPV ini menggendong mesin K12M DOHC 4 silinder segaris injeksi berkapasitas 1.197 cc. Dapur pacu ini berbahan aluminium. Namun memang, posisi intake manifold masih konvensional (berada di dekat firewall).

Kendati begitu, cukup kaget rasanya ketika entakan tenaga yang muncul begitu besar. Kesempatan itu dirasakan ketika kami mengikuti Fun Rally dengan rute dalam kota yang mengunjungi 4 pos. Namun, karena tak bisa mendapatkan kecepatan maksimum, lomba itu pun dimanfaatkan untuk merasakan kestabilan dan kelincahan.

Dalam kondisi lalu lintas padat dan kilometer menunjukkan 20 km/jam, pergerakan masih bisa memanfaatkan gigi 3. Saat mau tancap gas, tak perlu pindah gigi dua. Tekan pedal gas, mobil pun langsung ngacir. Getaran mesin baru terasa ketika gigi tiga pada putaran 1.600 rpm. Boleh jadi, tenaga yang besar ini muncul karena aliran udara menuju ruang bakar yang panjang berkat desain intake manifold melingkar dan terbuat dari bahan plastik.

Seandainya harga mobil ini dibuka antara Rp 130 juta dan Rp 135 juta, target 800 unit per bulan bisa tercapai.


Data Spesifikasi

Panjang
3.715 mm
Lebar
1.680 mm
Tinggi 
1.618 mm
Jarak Sumbu Roda
2.360 mm
Radius putar
4.700 mm
Mesin
K12M DOHC
Silinder
4, in-line
Jumlah katup
16
Tenaga Maks
10.0 : 1
Torsi Maks
85 PS @ 6.000 rpm
Kapasitas tangki
113 Nm @ 4.500 rpm
Setir
Electronic Power Steering
Suspensi     Depan
MacPherson Strut & Coil Spring
                   Belakang
Torsion Beam & Coil Spring
Rem           Depan
Disc Brake
                   Belakang
Drum
Ban      Tipe Std
165/80R14 (steel)
             Tipe GL
185/60R15 (alloy)
READ MORE - Suzuki Splash
  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS